Kembalinya Sebuah Rasa
Awal Mula Lahirnya Rasa

Rabu, 17 Feb 2021 | 16:33:36 WIB - Oleh Agus Antoni


Akhirnya, Aku kembali dimerdekakan oleh rasa. Resah yang sempat melanda karena tak kunjung hati tergoda pada sosok bunga, perlahan mulai tumbuh bergelora. Pertikaian jiwa yang tak dapat menyederhanakan raga sesaat mulai sirna. Bah "Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian". Mungkin ini adalah wacana yang tepat untuk mengungkapkannya. Sangat memprihatikan kisah asmara yang pernah terukir, bagaimana penuh jerih payah dan rasa getir. Aku dipermainkan oleh sekutu yang tak tampak oleh mata. Terus meluap ke dasar lubuk kalbu terdalam. Kemustahilan sudah mendarah daging pada kenangan yang kelam. Tetapi mulai aku pahami sekarang, bahwa yang buruk dengan sendirinya akan menyingkir dan yang baik akan hadir.

Tak lama dari akhir tahun lalu. Aku yang telah sekian lama mecoba keluar dari jeruji halu. Pungkasnya dapat terbuka juga lembaran baru. Bagaimana nestapanya rongga dada yang tak kunjung bisa membuka ria. Melihat perdebatan yang dilalui, nampaknya kini mulai ku beranikan diri. Singkatnya, aku terngiang sebuah ungkapan "masih banyak ikan di Lautan". Layaknya dalam sebuah ajang kejuaraan, aku terus-menerus mengeluarkan semua kemampuanku untuk mencapai derajat yang ku inginkan. Keterangan tempat yang membuat hati terasa dekat serta keterangan waktu yang mengakibatkan hati menyatu. Bahkan unsur latar yang nyata, ketika aku menemukan sekuntum bunga. Bahagia sekali tatkala dapat ku ketahui identitasnya.

Sederhana, diksi yang dapat aku deskripsikan tentangnya. Keberagaman hayati di bumi tak mampu ku temui makhluk sepertinya. Manusia yang berjilbab itu sosok yang baru saja berkenalan dengan hamba. Tak perlu bercerita tentang kesempurnaan, karena memang takan ada habisnya. Misteri yang belum pernah terungkap sebelumnya, bertemu dengan seorang wanita.

Bersambung.....



Tuliskan Komentar